Kamis, 19 April 2012

selembar kisah masa lalu

pernah dengar ada seseorang yg janjian ketemu dengan mantan selingkuhan mantan pacarnya? ada! hal itu nyata. benar2 terjadi. sedikit terdengar konyol. aku sadar hal ini sudah tak berguna lagi. untuk apa menemuinya? toh semuanya telah berlalu dan semua tlah berakhir. tak ada gunanya selain hanya akan mengingatkanku betapa mudahnya dia memperdayakanku. tapi hal ini tetap kulakukan. aku ingin tau lebih dekat dengan seseorang yg menjadi WIL dalam episode cerita cintaku dulu. seperti apa rupanya, tutur katanya, tingkah lakunya dan segala yang bisa kugali tentangnya., ah, rasanya aku berlebihan. ok, anggaplah ini hanya ordinary meet up, nda! cuma pertemuan biasa, yg sedikit banyak akan membuatku kembali membuka lembaran kisah masa lalu yg sebenarnya tak ingin kubuka lagi.

Jumat, 24 Februari 2012

pesona Sabang

hello universe :D
long time no see ya :)
uda lama gak mencoret-coret blog ini ya.
ok, kali ini aku pengen share sedikit tentang......., bukan tentang galau, bukaaaannnn...
tentang 'holiday'. berhubung kemaren baru aja liburan UAS.

alhamdulillah, kali ini aku dapet rejeki dan kesempatan dari Allah SWT untuk mengunjungi salah satu tempat yang paling aku ingin kunjungi. SABANG. finally, i were there *terharu
entah kenapa aku begitu menyukai keindahan pantai, apalagi Sabang terkenal dengan keindahan pantai2nya. pesona laut disana mampu menyihir siapa saja yang datang.

liburan indahku kali ini ditemani orang2 yang sangat special, yeah,, they are my parents. thanx god.. alhamdulillah,, masih bisa liburan bareng keluarga.

yang ngaku orang Indonesia pasti tau dimana Sabang kan?  selalu ingat dengan lagu "dari Sabang sampai Merauke, berjejer pulau-pulau - - -" yap, Sabang terletak di ujung Indonesia. Butuh waktu krg lebih 50menit untuk menyebrang ke Sabang dari pelabuhan Ulee Lheue, Aceh, dengan menggunakan kapal Lambat, dan perlu waktu krg lebih 30 menit menggunakan kapal cepat. Biaya yang harus kita keluarkan, Rp 17.000 untuk kapal lambat, dan Rp 50.000 untuk kapal cepat.
nah, kmrn kebetulan aku pilih kapal lambat, disamping harganya yang ekonomis, mama aku takut mabuk laut naik kapal cepat,  jadi kita memutuskan untuk naik kapal lambat. tapiiiii,, yang pengen kesana, aku saranin pilih kapal lambat aja, disamping jauh lebih ekonomis, kita juga bisa menikmati pemandangan laut lepas dan hembusan angin laut yang akan membuai kita.

yang disebelah kiri adalah wanita terhebat dan tercantik dalam hidupku. certainly, my mom. ini saat kita sedang menunggu kapal yang akan menjemput kita di pelabuhan Feri Ulee lheue.


nah, yang di atas adalah salah satu view di sumur tiga. konon katanya dikatakan sumur tiga karena ada tiga sumur yang terletak didaerah pantai tersebut. sumur tiga merupakan salah satu view terbagus di Sabang. sayangnya kmrn aku gak nginep dihotel sumur tiga :(

Senin, 30 Januari 2012

maaf, aku masih sangat mencintaimu

aku benci saat aku masih saja mengintip timelinemu. pikiranku selalu ingin tahu tentang apa saja yang kau tulis dan yang kau lakukan, meskipun setiap kali aku membacanya, selalu ada goresan kecil yang menyayat hatiku. air mataku masih saja mengalir setiap kali kau menulis namanya.
ya, kini kau telah bahagia dengannya, bahkan sangat bahagia dengannya. berbanding terbalik dengan keadaanku disini yang selalu menangis. hatiku sedih kau begitu mudah melupakanku. aku kira, apa yang telah kita alami dan kita lalui tak mudah untuk dilupakan. aku kira kenangan yang telah kita tulis tak akan pernah tergantikan oleh siapapun.
akhirnya apa yang aku takutkan terjadi. ya, ketakutanku adalah dia bisa membahagiakanmu melebihi aku. sementara aku? tak ada yang bisa membahagiakan aku, kecuali kamu.
maaf, aku masih sangat mencintaimu, meski kau telah ada yang memiliki, begitu pula aku. tapi sayangnya dia tak mampu membuatku tersenyum seperti yang kamu lakukan. dia hanya bisa membuatku menangis, lebih dari yang kamu lakukan.
maaf,, aku masih saja mengingat semua kenangan tentang kita. kenangan2 itu tak mau pergi dariku. berulang kali ku coba untuk mengusirnya, tetapi semakin aku mengusirnya, semakin sering ia mendatangiku. maafkan aku yang selalu saja menelfonmu tanpa mengucapkan sepatah katapun, hanya mampu diam mendengar suaramu, karena aku sibuk meredam detak jantungku yang berdetak semakin kencang saat mendengar suaramu, maaf aku masih saja selalu mencari tahu kabarmu, maaf aku belum mampu melupakanmu dan mengusir semua kenangan kita, dan maaf kan aku yang masih saja berharap kenangan kita akan terulang lagi, karena aku, masih SANGAT mencintaimu.

Minggu, 18 Desember 2011

teori penetrasi sosial

minggu ini saya mendapat tugas dari dosen mata kuliah teori komunikasi untuk membuat contoh kasus tentang teori penetrasi sosial. dan berikut hasil tugas saya tentang teori penetrasi sosial



Putri dan Fitri adalah sepasang sahabat yang berkenalan di bangku SMA. Mereka awalnya adalah dua orang yang saling tak mengenal dan hanya mengenal nama. Kedekatan mereka dimulai sejak mereka sama-sama tergabung dalam satu ekstrakurikuler sekolah yang sama. Terlebih mereka teman satu kelas di sebuah bimbingan belajar.
“hai put.. mau kemana? Nanti kamu bimbingan?” Tanya fitri saat mereka berpapasan di koridor sekolah.
“hai fit.. mau ke kantin. Iya, nanti aku bimbingan. Kamu juga kan?” putri balik bertanya
“iya, bimbingan. Kamu kok sendirian?” Tanya fitri
“iya,soalnya dikelas cuma aku yang ambil bimbingan hari ini. Kalau mau pulang kerumah, rumah aku jauh dari sini. Jadi aku nunggu disini aja. Kamu mau kemana?” ujar putrid
“tadi sih mau langsung ke bimbel, tapi karena kamu mau ke kantin, kebetulan aku juga mau makan, bareng aja yuk.. setelah itu kita sama-sama ke bimbel. Gimana?” fitri menawarkan diri menemani Putri.
“ok..” jawab putri menerima tawaran fitri.
Sejak saat itu fitri dan putri sering bersama-sama. Terlebih mereka mempunyai hobi yang sama. Mereka sama-sama menyukai renang. Mereka merasa cocok satu sama lain. Terlebih mereka punya tujuan universitas yang sama kelak.
“kamu nanti mau masuk Perguruan Tinggi Negeri mana put?” Tanya fitri disela-sela diskusi mereka.
“aku ingin masuk Ilmu Komunikasi Unpad put. Kalau kamu?”
“waahh..aku juga ingin masuk Unpad, tetapi bukan Ilmu Komunikasi, tapi psikologi.” Ujar fitri.
“asikk dong, berarti nanti kita satu kos yaa..” ucap putri
“pastiiiiiiiii..” jawab fitri diikuti gelak tawa mereka berdua
Fitri dan putri sama-sama memeliki selera humor yang baik. Semakin hari mereka merasa semakin banyak kecocokan dalam diri mereka dan sudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan buruk satu sama lain. Seperti sifat Fitri yang pelupa dan sifat putri yang moody. Fitri senang punya sahabat seperti putrid, ditambah putrid adalah anak yang pintar dan enak bila diajak berdiskusi dan bertukar pikiran.
Sampai akhirnya persahabatan mereka terpisah karena Putri lulus di Unpad, dan Fitri lulus di USU. Fitri merasa bahwa kelak persahabatannya dan Putri akan renggang karena jarak. Tapi 1 tahun berjalan, kedekatan mereka masih berjalan baik, mereka masih tetap menjaga komunikasi. Baik lewat telfon, sms, maupun social media yang ada. Mereka sering curhat tentang kuliah, teman-teman baru dikampus, maupun tentang pria yang mereka sukai.
Tetapi lama kelamaan komunikasi mereka mulai renggang. Putri yang mulai sibuk dengan teman baru dan kesibukannya mulai susah dihubungi, ditambah fitri yang sudah memiliki pacar. Saat liburan semester 4 tiba, Putri pulang dengan membawa kabar buruk. IP yang telah dipertahankan Putri selama 4 semester turun dari 4,00 menjadi 3,10.
“aku sebelll fiit…. Sediihhhhh… IP aku turun..” curhat Putri saat mereka sedang makan di sebuah CafĂ©.
“menurut aku put, itu karena kamu sering main-main. Coba lihat kamu yang sekarang, lebih foya-foya, hang out sana-sini, sampai-sampai kamu pulang jam 2 pagi” kritik fitri blak-blakkan terhadap putri.
“aku tak selalu pulang pagi seperti itu fit, baru kali itu saja aku pulang sepagi itu. Dan aku juga butuh refreshing disela-sela tumpukan tugasku fit.” Putri membela diri
“kamu boleh refreshing put, tapi tidak selalu, kamu harus bisa mengatur waktu antara bermain dan belajar. Kamu seharusnya ngerti mana yang lebih  diprioritaskan. Sekarang kita masuk semester 5, sudah saatnya focus sama skripsi.” Fitri mencoba member penjelasan.
“kamu enak fit, punya pacar, ada teman jalan, teman yang nemenin kemana-mana, lah aku disana sendiri, Cuma mereka yang aku punya. Kapan sih aku bisa punya pacar?” keluh putri. Putri memang selalu mengeluh karena ia tak memiliki pacar, dan betapa inginnya ia mempunyai seorang pacar.
“put, pacaran bukan segalanya, gak punya pacar bukan berarti kamu gak bisa sukses. Kamu focus kekuliah aja, jodoh nanti bakalan dating sendiri.” Fitri kembali menjelaskan
“kamu belum ngerasai aja gimana rasanya hidup dikota orang sendirian dan gak punya pacar.” Putri berargumen
Fitri hanya diam dan tak bisa beralasan lagi. Fitri memang tak pernah hidup sendiri dikota orang karena fitri kuliah dikota yang sama dengan orang tuanya.
Setelah obrolan itu, fitri dan putri sibuk masing-masing dengan kegiatannya. Fitri sedih karena hubungannya dengan putri tak berjalan seperti dulu. Putri sibuk dengan aktivitas kampus dan teman-teman barunya dan dengan cara fikir yang berbeda sekang. Fitri sedih karena ia bukan sahabat bagi Putri lagi. Tak ada obrolan panjang lewat telfon maupun sms atau social media lainnya. Hubungan mereka sekarang hanya sebatas teman biasa.

Kamis, 15 Desember 2011

dia..


dia..
Aku mengenalnya 20 bulan yang lalu saat kami sama2 belajar disuatu bimbingan belajar. Sosoknya cuek dan tak banyak bicara pada orang yang tak dikenalnya. Dengan potongan rambut ala idola korea gujunpyo, tinggi 180cm, kulit sawo matang dan postur tubuh ala atlit professional, dia datang kedalam hidupku  dan entah bagaimana kedekatan kamipun terjalin.
Tiga bulan perkenalan kami, kami mengganti nama hubungan kami dari pertemanan menjadi 'berpacaran’, tapi hari demi hari hubungan yang kami namai pacaran tersebut tak seindah kedekatan kami dulu. Hari ke hari, bulan ke bulan, hingga satu tahun masa pacaran kami, tak pernah berjalan mulus. Masalah yang datang tak kunjung habis. Setiap ada pertemuan, ada pertengkaran. Hubungan kami lebih didominasi pertengkaran daripada keharmonisan. Lebih banyak adu pendapat dan lomba saling mempertahankan ego ketimbang mengerti satu sama lain.
Setahun telah berjalan. Dia, masih tetap dia. Dia masih dengan pola pikir pembenaran dirinya, ia masih dengan egonya. Dan hubungan kami masih seperti ini. Slalu bertengkar dan saling adu ego. Dia tak lagi menjadi sosok lemah lembut yang ku kenal dulu saat kami belum menamai hubungan kami menjadi "pacaran". Dia tak lagi seromantis dan seperhatian dulu, saat dia selalu menanyakan kabarku, mengucapkan selamat malam saat aku menuju dunia mimpiku, membawakan kucokelat untukku, bahkan namanya tak pernah lagi muncul di layar hp ku yang dulu selalu ada setiap malam. Tak pernah ada obrolan-obrolan  panjang dimalam hari, tak ada lagi celotehan dan tawa, yang ada hanya pertengkaran demi pertengkaran.
Tak sekali kami memutuskan hubungan dan tak sekali hubungan yang terputus itu kembali terjalin. Tak sekali masalah datang menghampiri. Malah kerap kali masalah menjadi teman baik hubungan kami. Jarang terdengar canda tawa, bahkan kami tak pernah saling sharing masalah satu sama lain. Baginya, apa yang menjadi masalahku adalah hanya aku yang tau cara terbaik penyelesaiannya. Meskipun kukatakan berulang kali, “kamu itu pacar aku, gak salahkan kalau aku ingin sharing dan bertukar pikiran”.
“kamu sudah besarkan? Sudah dewasa, sudah bisa membedakan mana yang terbaik buat kamu. Sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang benar” ucapnya ketus.
Selalu seperti itu. Tak pernah ada kemesraan. Ya, kemesraan. Kemesraan dari sudut pandangku berbeda dengan kemesraan dari sudut pandangnya. Itulah kami, slalu punya cara pandang dan pola pikir yang jauh berbeda. Kami berbeda dalam segala hal. Ia marah setiap kali ku katakan bahwa kami berbeda. tapi memang inilah fakta hubungan kami. Benar menurut dia belum berarti benar dalam cara pandangku. Definisi sempurna bagiku berbeda dengan definisi 'sempurna' menurut  dia. Kami menganut agama yang sama, tapi tidak menganut kepercayaan yang sama.
Ia yang tak pernah ku mengerti. Sekalipun aku tak pernah merasa benar2 mengerti dia walaupun setahun lebih aku tlah bersamanya. Terkadang aku merasa sedih karena aku tak mampu mengerti dan memahami pasanganku sendiri. Setahun lebih telah berjalan, tetapi tak pernah ada kata cocok dalam hubungan kami. Aku tak mau banyak mengeluh akan hubungan ini. Setiap masalah menerpa hubungan kami slalu ku coba untuk memperbaiki dan mengalah, "yaaa..mengalah untuk menang tak ada salahnya", pikirku. Tapi sekali lagi, seperti yang ku katakan, cara dia memandang suatu masalah berbeda denganku. Bila saat pertengkaran datang, aku memilih diam untuk meredam emosi, dia memilih pergi dan menghilang. Entah kenapa ia selalu betah menghilang dan tak berkomunikasi denganku.
"lantas knp kamu masih saja bertahan dengannya?" itu pertanyaan keseribu yang kudapat dari temanku. "apa kamu takut untuk menjadi seorang jomblo? atau dia tlah merenggut keperawananmu?" tuduhnya blak blakan.
"Astaghfirullah...GAK SAMA SEKALI." ucapku tegas. "aku maklum kalau kalian heran, dan wajar. tapi bukan karena dia tlah mengambil keperawananku, atau alas an bodoh lainnya. Percayalah. aku menjadi baik diriku. aku hanya berusaha percaya kalau seseorang bisa berubah, aku ingin tau seberapa sabarnya aku menghadapi semua ini, sampai akhirnya hatiku lelah untuk mengerti dan mencoba. terlebih hubungan kami sudah diketahui oleh keluarga. punya hubungan yang uda diketahui keluarga masing2 itu gak gampang untuk diakhiri" jelasku panjang lebar. "aku punya alasan untuk mempertahankan semua ini. yang jelas aku bertahan bukan karena aku tidak perawan." aku kembali menegaskan. teman-temanku hanya diam dan menyerah.
Aku tak tahu apa yang salah dan dimana salahnya. Entah sampai kapan hubungan ini akan seperti ini. Bagaimana memperbaiki hubungan ini? Siapa yang bersalah? Apakah karena sikapku jadi begini? atau.. entah lah.. mungkin sampai aku dan dia, atau salah satu diantara kami benar-benar lelah mempertahankan hubungan ini. Hanya waktu yang mampu menjawabnya.

Kamis, 01 Desember 2011

Desember wishes

hello world... it's Desember. new month, new day, new hope, and new wish.
doaku masih sama seperti doaku setiap melihat matahari keluar dari persembunyiannya, semoga hari ini lebih baik daripada hari sebelumnya. amiiiin.. dan NO MORE GALAU.

My december starts with a birthday of a dear friend. Happy Birthday my beloved friend, arsy.. I really wish you happiness! I miss you a lot.
i miss ur laugh, i miss ur babble, i miss ur advice, i miss everything about u.. all d best vo u, dear..
and i hope, u never forget me.

Selasa, 15 November 2011

nobody's perfect


siapa yg sempurna didunia ini?

tak ada manusia yang sempurna didunia ini. begitu pula aku, juga kamu. aku bukan manusia sempurna, dan tolong jangan membuatku semakin tak sempurna. bukankah kita ada untuk saling melengkapi kekurangan yang akan jadi kekuatan bagi kita?
kenapa kamu selalu mencari celah dari setiap tingkah laku dan gerak-gerikku? kenapa kamu selalu membuatku merasa terpojokkan? aku hanyalah manusia biasa, bukankah suatu yang wajar bila melakukan suatu kesalahan kecil? tapi kenapa kamu selalu mempermasalahkan ketika aku melakukan kesalahan yang sebenarnya sepele? kenapa kamu selalu membuatku terlihat benar-benar tak sempurna?
apakah aku memperlakukanmu sedemikiannya sehingga kau pun juga melakukannya kepadaku?